Banner Ads

15/05/09

ARRAY

Array

Array adalah suatu tipe data terstruktur yang dapat menyimpan banyak data dengan suatu nama yang sama dan menempati tempat di memori yang berurutan serta bertipe data sama pula.

Array dapat diakses berdasarkan indeksnya. Array umumnya dimulai dari 0 dan ada pula yang dimulai dari angka bukan 0. Pengaksesan larik biasanya dibuat dengan menggunakan perulangan (looping). array dapat di bedakan berdasarkn jumlah dimensinya.

*
Dimensi satu.Array ini biasanya digunkan hanya untuk menyimpan nilai tunggal, seperti umur karyawan, atau semua tipe data yang tungga.
*
Dimensi dua. Array ini biasanya digunkan untuk mengakses tabel ataupun matriks pada matematika yang memerlukan 2 dimensi.
*
Multi dimensi. Array ini sangat jarang digunkan, karena sangat jarang ada program yang memerlukan penapungan data secara multi dimensi atau lebih dari 3 dimensi. oleh karena itu array multi dimensi jaranf digunkan.

Pada hampir semua bahasa pemrograman pasti terdapat syntax untuk variable array yang dapat di akses. Karena array sangat membantu kita dalam menyelesaikan atau pembuatan program terutama pada penanganan kumpulan data atau statistika. contohnya: bila kita di suruh untuk membuat sebuah program untuk menyimpan nama-nama pegawai sebuah perusahaan yang nantinya akan di buatkan absensinya. bila kita tidak membuat dengan array maka kita akan memerlukan nama variable yang sangat banyak, tetapi bila kita menggunkan array kita hanya memerlukan 1 variabel saja yang memiliki banyak nomor index.

silahkan mendownload contoh-contoh program, array di bawah ini, untuk melihat lebih jelasnya dalam memahami apa itu array.

ARRAY "LARIK" dalam PASCAL

ARRAY


Contoh-Contoh Program Sederhana Type Data Array



Contoh PROGRAM 1 :



Program TABEL;

Var i : integer;
tab : array [1….10] of integer;
N : integer;

Begin
N := 5;
Writeln (‘ Isi dan Cetak Tabel : ‘);
For i := 1 to N do
Begin tab [i] := i;
Tab [i] := i;
End;
For i := 1 to N do
Begin
Writeln ( ‘I = ‘,i, ‘ tab[i]= ‘, tab[i] );
End;
End.





Contoh PROGRAM 2 :



Program Tabel_Struktur;

Type point = record
X : integer;
Y : integer;
End;

Var
I : integer;
Tabpoint : array [1..10] of point;
N : integer;

Begin
N := 5;
Writeln (‘ Isi dan cetak table struktur : ‘);
For I := 1 to N do
Begin
Tabpoint [i].X := I;
Tabpoint [i].Y := Tabpoint [i].X;
End;
Writeln (‘ -------------------------------------‘);
Writeln (‘ I X Y ‘);
Writeln (‘ -------------------------------------‘);
For I := 1 to N do
Begin
Writeln (i:5, tabpoint [i].X:5, tabpoint [i].Y:5);
End;
Writeln (‘------------------------------------- ‘);
End.



Contoh PROGRAM 3 :



Program table_dua_dimensi;

Type
MatInt : array [1..3, 1..3] of integer;
MatArr : array [1..3] of array [1..3] of integer;

Var
M1 : MatInt;
MA1 : MatArr;
i , j : integer;

begin
writeln (‘ Array dua dimensi : ‘);
for i := 1 to 3 do;
begin
j := 1 to 3 do
begin
M1 [i,j] := i * j;
End;
End;
for i := 1 to 3 do;
begin
j := 1 to 3 do
begin
write (‘ (I,j) = ‘, I, ’,’ , j, ‘ => M1 [I,j] = ‘, M1 [I,j])
End;
writeln
End;
Writeln (‘ Array of Array :’);

for i := 1 to 3 do;
begin
j := 1 to 3 do
begin
MA1 [i] , [j] := i * j;
End;
End;

for i := 1 to 3 do;
begin
j := 1 to 3 do
begin
write (‘ (i,j) = ‘, i, ‘, ‘, j, ‘, => MA1 [i,j] = ‘, MA1 [i] [j]);
End;
End;
Writeln;
End;
End.





Contoh PROGRAM 4 :



Program table_tiga_dimensi;

Type
MatInt : array [1..2, 1..2, 1..2] of integer;
MatArr : array [1..2] of array [1..2] of array [1..2] of integer;

Var
M1 : MatInt;
MA1 : MatArr;
i , j, k : integer;

begin
writeln (‘ Array tiga dimensi : ‘);
for i := 1 to 2 do;
begin
for j := 1 to 2 do
begin
for k := 1 to 2 do
M1 [i,j,k] := i * j;
End;
End;
for i := 1 to 2 do;
begin
for i := 1 to 2 do
begin
for k := 1 to 2 do
write (‘ (I,j,k) = ‘, i, ’,’ , k, ‘ => M1 [i,j,k] = ‘, M1 [i,j,k])
end;
End;
Writeln (‘ Array of Array of Array :’);

for i := 1 to 2 do;
begin
for j := 1 to 2 do
begin
for k := 1 to 2 do
write MA1 [i] [j] [k] :=i*j;
end;
End;


for i := 1 to 2 do;
begin
j := 1 to 2 do
begin
for k := 1 to 2 do
begin
writeln ( ‘ (I,j,k =’, ‘, ‘ j, ’, ‘, k, ‘, => MA1[I,j,k] = ‘ MA1 [i] [j] [k];
End;
End;
Writeln;
End;
End.

SEARCHING FROM BAHASA C

• Line Search. teknik searching ini dibuat dengan cara melakukan pengecek'an 1 persatu, yaitu antara data yang di cari dengan kumpulan data yang di miliki, Keuntungan metode ini adalah kita tidak perlu mengurutkan data yang ada, bila mencari data pada kumpulan data yang tidak urut hanya terdapat metode ini yang dapat di lakukan. listing program (open in Inrternet eplorer only)
• Binnary Search. teknik ini hanya dapat digunakan hanya pada kumpulan data yang sudah di urutkan, karena teknik ini melakukan pencarian dengan mencari data pada index yang tengah, apakah lebih besar/lebih kecil/sama dengan. bila hasil sama dengan maka nilai yang di cari telah di temukan. bila lebih kecil/lebih besar maka akan di buang setengah data dari yang salah, dan mencari dari indeks yang tengah dari sisanya. demikian samapi data ditemukan atau tidak di temukan. listing program (open in Inrternet eplorer only)
• Fibonachi Search. Teknik ini hanya dapat digunakan hanya pada kumpulan data yang sudah di urutkan, karena teknik ini melakukan pencarian dengan mencari data melalui pola bilangan fibonachi. Bila pada binnary search pembandingnya adalah nilai pada index tengahnya jumlah data, pada fibonachi search berbeda yaitu: bilangan fibonachi, yang bilangan fibonachinya terdekat dengan jumlah data tetapi tidak lebih besar dari jumlah data yang akan di proses. Bilangan fibonachi itu di jumlahkan dengan batas paling awal data dikurangi 1. Contohnya: jumlah data yang akan di cari adalah 15, maka batas paling bawah adalah 1 dan batas paling akhir=15 dan index pembandingnya= 13(nilai awal + dijumlahkan Bilangan fibonachi - 1) karena bilangan fibonachi terdekat dengan 15 (data ke 1- data ke 15) adalah 13 (1,2,3,5,8,13,21,34.....), bila data yang di cari lebih besar dari bilangan indeks ke tengahnya maka. batas paling bawah= tetap, batas akhir nilai tengah-1, bila data yang dicari lebih kecil maka batas bawah = nilai tengah +1 dan batas akhir tetap, sedangkan nilai tengahnya memakai fungsi tadi. listing program (open in Inrternet eplorer only)

Algoritma pencarian (searching algorithm) adalah algoritma yang menerima sebuah argumen kunci dan dengan langkah-langkah tertentu akan mencari rekaman dengan kunci tersebut. Setelah proses pencarian dilaksanakan, akan diperoleh salah satu dari dua kemungkinan, yaitu data yang dicari ditemukan (successful) atau tidak ditemukan (unsuccessful).
Metode pencarian data dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pencarian internal (internal searching) dan pencarian eksternal (external searching). Pada pencarian internal, semua rekaman yang diketahui berada dalam pengingat komputer sedangakan pada pencarian eksternal, tidak semua rekaman yang diketahui berada dalam pengingat komputer, tetapi ada sejumlah rekaman yang tersimpan dalam penyimpan luar misalnya pita atau cakram magnetis. Selain itu metode pencarian data juga dapat dikelompokkan menjadi pencarian statis (static searching) dan pencarian dinamis (dynamic searching). Pada pencarian statis, banyaknya rekaman yang diketahui dianggap tetap, pada pencarian dinamis, banyaknya rekaman yang diketahui bisa berubah-ubah yang disebabkan oleh penambahan atau penghapusan suatu rekaman. Ada dua macam teknik pencarian yaitu pencarian sekuensial dan pencarian biner.
Perbedaan dari dua teknik ini terletak pada keadaan data. Pencarian sekuensial digunakan apabila data dalam keadaan acak atau tidak terurut. Sebaliknya, pencarian biner digunakan pada data yang sudah dalam keadaan urut.

About Me

Mahasiswa di sebuah Universitas Ternama di Semarang.

Clock